Tampilkan postingan dengan label Melatih Kemandirian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melatih Kemandirian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2018

Toilet Training Anak Kembar

Toilet training adalah hal yang cukup krusial bagi perkembangan anak. Kemudahan jaman sekarang membuat banyak orang tua memilih menjadi malas dengan memakaikan popok kepada anak. Karena dahulu popok tidak bisa menampung kencing anak berkali-kali maka jaman sekarang popok bisa menampung kencing anak berkali-kali. Sebuah solusi yang menimbulkan masalah baru : orang tua perlu berjuang lebih untuk mengenalkan anak 'pergi ke toilet'.

Saat masa training toilet anak pertama saya pernah bermimpi bisa lebih baik dalam mengenalkan toilet ke anak selanjutnya dengan cara full menggunakan popok kain sekali pakai. Namun mimpi, saya ternyata justru diberi anak kembar yang jika saya mau seperti itu maka saya pikir diri saya tak akan mampu.

Meski bisa dibilang telat, anak pertama sukses lepas popok di umur 2 tahun dengan PR BAB belum selesai, dan tepat 2,5 tahun akhirnya bisa BAB di atas WC. Saya masih bisa telaten memakaikan popok kain sekali pakai ke anak pertama hingga dia berumur 6bulan, hanya malam memakai popok yang tahan lama. Dan untuk si kembar? Sepertinya tidak sampai 1 bulan, dan berakhir pada pilihan pospak dan clodi untuk sehari-hari. Ah jangan ditanya bagaimana repotnya mengurus 2 bayi sendiri tanpa art atau orang tua yang serumah. Saya tidak akan memaksakan diri saya untuk menjadi ibu sempurna yang super rajin dengan no pospak dan clodi untuk anaknya.

Dan kini ternyata saya baru mampu menyelesaikan tugas training toilet si kembar di usianya yang kurang 2 bulan lagi sudah 3 tahun. Inipun setelah proses beberapa bulan. Prosesnya memang tak mudah, dan saya pikir keberhasilan training toilet adalah kesiapan ibu sendiri dan lingkungan pendukung seperti suami atau keluarga lain yang sering membantu mengasuh si kembar.

Alhamdulilah meski lelah namun hidup menjadi lebih indah tanpa tambahan sampah ♥️.

Agie Botianovi
diselesaikan 24 Agustus 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Melatih Kemandirian (10)

Masih bab beberes yang luas sekali wilayahnya. Salah satunya adalah membereskan baju-baju yang akan dibawa untuk perjalanan. Kali ini saya melibatkan Jundi dengan meminta dia menyiapkan sendiri baju yang akan dia bawa. Dia dengan sigap memilih bajunya yang dia ingin pakai sambil saya bantu mengambil agar tidak berantakan.

Namun ternyata kemandirian ini membuat saya lalai, saya lalai menyiapkan celana yang dibawa untuk Jundi. Dan itu baru saya sadari saat sudah di tempat tujuan. Astagfirullah maafkan bunda nak, lain kali memang harus ada ceklis. Apalagi bunda tipe sanguin yang cenderung berantakan. No no no, jangan sampai terulang lagi.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Melatih Kemandirian (9)

Masih dalam tema beberes, kali ini agak nyerempet ke seni beberesnya mbak Marie Kondo (biar keliatan akrab gitu panggil mbak :p). Saya pribadi belum belajar dengan baik bagaimana seni beberes konmari, yang saya tau cuma bagian buang-buang benda yang sudah gak berguna aja (biar rumah gak kayak tempat rongsokan kali ya :D). Walau yang sekilas pernah saya baca metode konmari ini lebih ke 'spark of joy' dari tiap benda (nah ini belum belajar ilmunya).

Berhubung mau nyortir baju-baju untuk disumbangkan ke korban bencana, jadilah sekalian saya melibatkan Jundi pilah pilih mana baju dia yang sudah tidak muat (baru di tahap ini, belum sampai spark of joy :D). Beberapa kali saya tanya ke dia, "Baju ini dikasihkan ya, coba, sudah gak muat kan?"
"Iya bunda, sudah kekecilan ini."
"Jaket ini juga ya?" saya memperlihatkan jaket yang sudah agak kekecilan.
"Nggak, ini lo masih cukup" (tau deh nak jaket kesayangan).
"oke, lalu mana lagi?" saya ajak dia kembali melihat isi almarinya.

Dan bertemulah beberapa baju yang tereliminasi dari lemari, percayalah Jundi, sesuatu itu dikeluarkan isinya untuk diisi dengan yang baru lagi :p.

Lalu saya pun melanjutkan menyortir baju adiknya untuk disumbangkan, sedang baju Jundi sendiri mau saya bawa ke Pasuruan karena ada sepupu Jundi yang usianya di bawah Jundi, jadi bisa terpakai lagi :) .

#Harike9
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Melatih Kemandirian (8)

Nyatanya kemandirian itu ternyata tak hanya dilatih tapi juga dicontohkan. Seperti Jundi yang sedang saya observasi untuk kemandiriannya dalam berberes.

Saat tidak sengaja dia menumpahkan air dari gelas yang dia ambil sendiri dari dispenser, tiba-tiba tanpa saya minta dia berinisiatif mencari kain pel untuk membersihkan. Dan saya terharu melihatnya, masyaAllah, good job boy!

#Harike8
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Kamis, 07 Desember 2017

Melatih Kemandirian (7)

Setelah skill laundry alhamdulillah sudah menguasai, yang berikutnya ingin saya latih adalah skill beberes. Masalah beberes ini masih banyak PR untuk Jundi, tapi saya tidak mematok standar penguasaan yang tinggi, asal dia tau caranya, nanti lambat laun pasti akan 'luwes' sendiri dengan berjalannya waktu.

Kemarin sudah saya mulai memberi dia ajakan agar mau beberes, tapi saya memaklumi bahwa anak usia 5 tahun masih sangat moody. Awalnya dia main pasir kinetik, saya minta membereskan dia tidak mau, sudah saya coba ganti dengan kalimat 'bantuin bunda yuk' ternyata tidak juga menggerakan hatinya. Jadilah saya biarkan.

Lalu sorenya saya memindah tanaman yang baru dibeli dari polibag ke pot, sekam media tanam berserakan di halaman. Namun ternyata justru tanpa saya minta dia berinisiatif menyapunya dengan sapu ijuk khusus halaman dan cikrak plastik milik saya. Dia memang belum lihai dalam menggunakan keduanya, sehingga masih banyak sekam yang belum terangkut. Tapi saya sangat mengapresiasi usahanya, alhamdulillah anakku punya inisiatif untuk membantu ibunya.

#Harike7
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Rabu, 06 Desember 2017

Melatih Kemandirian (6)

Masih dengan tema laundry, kemarin lagi-lagi mas Jundi bantu bunda melipat baju. Untuk melipat baju atasan dia masih butuh dipandu lagi, tapi alhamdulillah hasilnya sudah cukup baik. Dan kemarin dia dengan antusias memasukkan baju satu demi satu ke lemari sesuai dengan jenisnya. Jadi usai melipat satu baju langsung dia bawa ke lemari, begitu seterusnya.

Saya pun tetap melipat dengan porsi yang jauh lebih banyak dari yang dilipat Jundi. Tiap melipat pun saya harus mencontohkan melipat satu baju dan dia melipat baju yang lain sambil menirukan. Dan tak lama tumpukan baju kering pun selesai terlipat semua, karena dari tadi dia hanya fokus pada baju miliknya sendiri, maka saya menawarkan padanya apakah mau membantu saya memasukkan baju adiknya juga ke lemari pakaian. Alhamdulillah responnya positif.

Selesai urusan baju kering sorenya saya lihat tumpukan baju kotor sudah banyak, maks coba saya masukkan ke mesin cuci, ternyata penuh, saatnya mencuci. Saya menawarkan mas Jundi untuk mengoperasikan mesin, dia mau. Malamnya bada isya' baru kami jemur bersama dengan adiknya, Jundi pun sudah cukup terampil dalam menggantung baju di gantungan lalu menaruh di jemuran. Sepertinya esok saya sudah berganti tema kemandirian untuk Jundi. Semoga tetap istiqomah ya bantu bunda laundry, walau Jundi seringnya masih moody 😅.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Selasa, 05 Desember 2017

Melatih Kemandirian (5)


Alhamdulillah kemarin coba saya ajak nyuci lagi, awalnyaa tidak antusias dan lebih memilih membuat brownies instan, namun setelah brownies dikukus mau juga membantu saya mencuci. Bahkan kali ini dia ada kemajuan daripada hari sebelumnya.

Dia saya ajari buka pintu dengan memencet bukaan pintunya, lalu yangakan dicuci dia masukkan ke dalam. Menutup pun saya ajari agar dia lakukan sendiri. Lanjut mengisi tempat detergen dan pewangi, dia mulai hafal tempatnya. Untuk mencolok kabel tetap saya sendiri karena tinggi mas Jundi belum sampai, lalu dia menyalakan sendiri kran tanpa saya minta, alhamdulillah.

Lanjut menekan tombol power, untuk setting tetap saya sendiri yang mengerjakan karena agak rumit untuk dijelaskan, tapi seringnya setting tetap, jadi tidak perlu mengubah lagi. Lalu mas Jundi menekan play dan terdengarlah mesin menggerung.

Alhamdulillah dari sini saya melihat mas Jundi sudah bisa didelegasi untuk mengerjakan ini. Semoga kelak ketika dewasa dia bisa menjadi lelaki yg keibuan seperti ayahnya. Bukan, bukan lelaki melambai, tapi lelaki yang selalu sigap membantu pekerjaan rumah istrinya. Karena saya yakin istri manapun pasti bahagia ketika pekerjaannya diringankan.

Teringat beberapa hari yang lalu suami minta diajari lagi cara mengoperasikan mesin cuci, padahal awal dulu dia yang ngajari saya karena teknisi yang mengajari laki-laki :D.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Senin, 04 Desember 2017

Melatih kemandirian (4)

Alhamdulillah kemarin akhirnya sukses mengajari Jundi cara mengoperasikan mesin cuci. Awalnya sempat terjadi penolakan, tapi begitu saya sukses merayu dengan cara lain akhirnya dia malah terlihat excited dan ingin segera nyuci lagi esoknya, 'Besok Jundi lagi ya bunda yang nyuci' *uye*.

Kemarin dari pagi kami sekeluarga keluar rumah, dan baru balik ke rumah lagi sore hari. Sudah selesai mandi semua di rumah eyang, saya coba menawarkan ke Jundi untuk membantu bunda mencuci, "Jundi mau bantuin bunda nyuci?"
"Nggak mau"
Oke lalu saya biarkan dia bermain, dan tiba-tiba muncul ide, "Yuk kasih makan ikan yuk, ikannya kan belum dikasih makan ya" kebetulan letak toples ikan ada di rumah belakang dekat mesin cuci.
"Mau, Jundi ikut"
Lalu dikasihlah makan ikan oleh Jundi, Fara, Fasya. Setelah saya lihat sudah selesai saya lalu mencoba menawarkan, "Jundi mau bantu bunda masukkan pakaian kotor di ember itu ke mesin cuci?"
"Mau, mau, mau bunda" dan adiknya pun ikut membantu memasukkan beberapa pakaian. Karena tidak ada yang kotor, maka semua langsung dimasukkan mesin cuci tanpa dikucek terlebih dahulu.
Setelah pintu pakaian tertutup, saya mulai mengajari langkah-langkahnya.
"Pertama dicolokkan dulu ya kabelnya," jelas saya sambil mencolokkan ke stop kontak.
"Lalu airnya dinyalakan" jelas saya, dan Jundi nampak menyimak betul.
"Sekarang Jundi yang masukkan detergen dan pewangi ya, deterjen disini, pewangi disini" dia bersemangat sekali.
"Baru sekarang dinyalakan, pencet yang ini" saya menunjuk tombol on off.
"Lalu diset dulu" saya yang mengerjakan, "Dan sekarang pencet yang ini ya" saya menunjuk tombol play/pause. Dan mesin cuci pun menggerung-nggerung akan memulai kerjanya.
"Wah seru ya bunda" Jundi terlihat antusias melihat baju kotor yang terlihat berputar-putar dari pintu mesin.
"Sekarang ditunggu sampai bunyi ya baru nanti kita jemur"

Beberapa saat kemudian bunyilah mesin cucinya tanda proses mencuci sudah selesai, dan Jundi pun membantu saya menjemur di halaman depan, dia ikut menggantung beberapa potong kaos dalam, celana anak, dan baju. Alhamdulillah, besok lagi ya.

#Harike4
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Minggu, 03 Desember 2017

Melatih Kemandirian (3)

Kemarin, rencananya saya ingin mengajarkan Jundi tentang cara menjalankan mesin cuci, tapi sayang ternyata dia menolak. Dulu, ketika kami masih tinggal di rumah kontrakan jadi satu dengan toko, aktivitas mengisi air mesin cuci adalah salah satu aktivitas rumah tangga yang saya sering melibatkan Jundi di dalamnya, dan dia sering menyambut dengan gembira tawaran tersebut. Pasalnya di rumah tersebut selang pengisian otomatis tidak sampai ke kran, jadilah harus diisi manual, dan belakangan baru ketauan justru hal tersebut yang membuat mesin cuci pertama sejak Jundi lahir rusak. Jadilah saya sempat beberapa bulan berlangganan laundry kiloan sebelum ada mesin cuci baru yang kami pakai sekarang.

Bagi saya seorang anak meski anak lelaki sekalipun harus bisa menjalankan mesin cuci ataupun mencuci manual dengan tangan. Beberapa kali mencuci dengan tangan sudah pernah saya ajarkan, di sekolah pun sudah ada sesi mencuci kaos kaki sendiri, belum lagi sering ikut eyang atau tantenya mencuci. Yah meskipun orientasi dia lebih ke main airnya, yang penting sudah dikenalkan. Bukankah banyak anak laki-laki yang akhirnya harus hidup jauh dari orang tua bahkan mencuci pakaian dalamnya sendiri tidak bisa?

Kemandirian dalam skill laundry ini ingin saya ajarkan betul kepada anak saya sebagai bekal hidupnya kelak, karena tidak selamanya ada uang untuk laundry kiloan, dan tidak selamanya ada saya yang siap mencuci semua bajunya.

Kembali ke penolakan Jundi, setelah menolak saya ajari, dia malah ikut ke rumah eyangnya karena eyangnya pagi-pagi sudah ke rumah bersama tante kesayangan. Jadilah saya tidak ada kesempatan lain lagi untuk mengajari dan mengasah skill laundry yang lain. Namun alhamdulillah ternyata sorenya saya justru dapat pesan dari eyangnya, 'Jundi sedang menemani eyang setrika'. Alhamdulillah betapa tanpa saya kondisikan dahulu ternyata semesta mendukung sendiri misi saya di one week one skill ini. Meski nantinya tidak tuntas mengingat usianya yang masih 5 tahun, namun semoga dengan bertambahnya usia dia bisa mahir dengan sendirinya, mandiri dalam menyediakan pakaian bersih setidaknya untuk diri sendiri.

#Harike3
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Sabtu, 02 Desember 2017

Melatih Kemandirian (2)

Masih dengan skill laundry, kali ini mas Jundi saya ajak untuk mengangkat jemuran yang sudah kering. Dari dulu pernah sih beberapa kali bantuin sedikit, tapi entah kenapa kemarin ini tanpa saya minta dia sendiri yang menawarkan agar beberapa baju di gantungan dia yang melepaskan, malah saya dimarahi ketika 'menyerobot' wilayahnya.
"Bunda! Ini biar Jundi aja yang ngerjakan, bunda yang itu" kata dia sambil menunjuk gantungan baju kecil yang berbentuk bulat warna merah.
"Oke"
Lalu saya pun mengerjakan bagian saya sendiri.
Beberapa baju sukses dia keluarkan dari gantungan lalu baju tersebut dia masukkan ember cucian kering, ish, terampilnya sulungku.
"Ini, gantungannya ditaruh sini lagi ya biar rapi" kata saya sambil memungut gantungan yang dia taruh begitu saja di lantai.
Diapun mengerti dan lekas melakukan instruksi saya. Saya melanjutkan mengambil cucian kering di gantungan bulat yang digantung agak tinggi. Tiba-tiba, "Bunda, itu Jundi juga!"
"Nah, memang Jundi sampek?"
"Oh iya, ya udah brati itu dikerjakan bunda"
Cukup ya nak, besok sesi ketrampilan mencuci 😉.

#Harike2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Jumat, 01 Desember 2017

Melatih Kemandirian (1)

Tantangan kali ini adalah one week one skill. Melatih kemandirian salah satu anak dengan skill yang sama minimal satu pekan untuk melihat konsistensinya.

Dan yes, saya galau. Saya galau harus memilih siapa dari ketiga anak saya untuk saya observasi di tantangan kali ini. Setelah mikir lama akhirnya saya putuskan anak mbarep yang saya observasi.

Untuk pekan ini saya akan melatihkan kemandirian di bidang ketrampilan laundry. Mulai dari mencuci baju, menjemur, hingga melipatnya.

Sebenarnya hal ini juga sudah beberapa kali saya ajarkan di rumah, pun di sekolahnya beberapa waktu lalu juga diajarkan, mulai mencuci, menjemur, hingga menyetrika. Namun, tetap saja dia belum bisa secara mandiri mengerjakan semua sendiri, masih perlu saya ajarkan lagi dan lagi.

Kemarin sudah saya mulai dengan mengajaknya melipat baju (saya penganut aliran no setrika 😁), dulu sudah pernah saya ajarkan melipat kaos dalam yang langkahnya cukup mudah, namun kemarin mulai merambah cara melipat baju atas dan celana. Dan yah, meskipun belum bisa serapi saya tapi dia bisa mengerjakan sendiri, bahkan akan marah jika saya gatal ingin membetulkan pekerjaannya yang belum bisa rapi. Yah, saya harus belajar lagi menurunkan standar kerapian saya. Bagaimanapun ketrampilan ini harus dia miliki meski dia laki-laki.

Love my son, 💝.

#Harike1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian