Sabtu, 25 Juni 2016

Ramadhan Halal

Hahah, judulnya sama kayak sinetron produksi DAQU yang bikin baper jomblo, hehe. Tapi memang terinspirasi dari sana sih, terutama episode 2 :D . Namun, inilah Ramadhan Halal versi saya :) .

Saya menikah tahun 2011, bulan Rajab 1432 H. Masih teringat masa-masa negoisasi ke orang tua oleh calon suami waktu itu, "Target saya menikah sebelum Ramadhan tahun ini". Hahah, ni orang mungkin menghindari pertanyaan 'kapan nikah' pas lebaran kali yak, XD. Waktu itu bulan Maret, dan alhamdulillah kalimat itu cukup ajaib hingga membuat orang tua saya yang awalnya kekeuh saya hanya boleh menikah setelah lulus menjadi menikah di semester 6 :D . Dan jadilah bulan Juni tahun itu saya menikah, 2 bulan sebelum Ramadhan.

Ramadhan pertama aku halal menjadi isterinya. Ramadhan kali pertama itu kami lewati beberapa hari masih campur dengan orang tua saya, kemudian pindahan ke rumah kerto milik orang tua, menempati berdua :) .

Saya memang tidak langsung hamil setelah menikah, jadi Ramadhan pertama kami benar-benar berdua, belum ada janin di rahim saya. Sahur berdua, buka berdua, dan semua berdua. Kala itu saya juga masih kuliah, ditambah suami yang masih kerja kantoran, jadi rutinitas berjalan begitu saja sesuai jadwal kuliah dan kerja.

Kata suami kala itu, yang berbeda tahun pertama itu dia tak lagi buka di kantor atau 'mbungkus' masakan kantor. Karena tiap tahunnya di kantornya selalu menyediakan makanan ifthor. Kalo dulu sebelum nikah sih selalu buka di kantor dan 'mbungkus' sekalian untuk sahur, maka tahun itu dia sama sekali tidak pernah bungkus, walau masakan saya seadanya dia makan semua dengan lahap. Padahal sih kata dia yang udah pada rumah tangga banyak yang bungkus buat di rumah. Kali masakan saya rasa cinta kali ya, haha.

Ramadhan pertama masih jelas terkenang indah di benak saya, tarawih berdua ke masjid al ghifari suhat yang selalu mengundang ustadz-ustadz ternama di Malang. Lalu di 10 hari terakhir kami i'tikaf berdua ke masjid an nur jagalan, tapi pas sahur malah diajak pulang,'sahur di rumah saja' katanya, hahah, biar bisa berdua kali ya,kalo di masjid kan terpisah XD . K annur jagalan cuma sekali sih, seringnya di al ghifari tapi datang pas mulai sholat malam, karena suami masih kerja, biar g over ngantuk pas kerja. Kalo di ghifari beberapa kali masih sahur di sana. MasyaAllah, benar-benar rindu masa-masa itu.

Tahun-tahun berikutnya saya harus berdamai dengan keadaan, iya, tiada lagi i'tikaf berdua, hanya aku di rumah menunggu sahur ketika dia pulang usai sholat malam. Tidak pernah dia sahur di masjid walau disediakan, dia tetap memilih makan masakan rumah, alhamdulillah. Pun saat buka sering ditawari nasi kotak tapi tak pernah diterima :) 'istri saya sudah masak' ujarnya saat menolak.

Ramadhan halal kedua kulewati dengan menimang Jundi, setengah bulan aku nifas, namun alhamdulillah setengah bulan berikutnya bisa puasa meski menyusui eksklusif. Namun tak ada kata tarawih di masjid, hanya sekali yang kuingat waktu itu ibu mertua ke Malang menjenguk Jundi. Yah, mungkin bakal banyak yang bilang, 'banyak kok yang bawa anak', tapi saya memilih untuk berdamai agar tidak mengganggu jama'ah lain.

Tahun ketiga masih sama, ditambah Jundi yang sudah 1 tahun dan super aktif. Hanya beberapa kali saya ikut tarawih ketika eyangnya haid sehingga bisa saya titipi. Saya tetap berdamai dengan keadaan, saya yakin merawat anak juga ibadah jika dilakukan lillah.

Tahun keempat Jundi 2 tahun, alhamdulillah sudah lepas ASI. Tahun itu lagi-lagi kami pindahan saat puasa, dari rumah kontrakan dermo ke rumah kontrakan jetis (kontraktor sejati XD). Ah yang jelas pahit berdua itu hasilnya jadi manis, sama kayak negatif kali negatif hasilnya positif :D . Tahun itu saya mencoba mengajak Jundi tarawih di masjid UMM yang luas, tak lupa membawa 1 mobil mainan favorit. Hari pertama alhamdulillah sukses, dia lari-lari dengan anak-anak lain dan mainan, yah walau jadi sedikit tidak khusyuk. Hari kedua 'rada' oke lah. Hari ketiga 'no', bada isya' dia lari-lari sambil teriak mengganggu jamaah lain (cry) dan yang bikin tambah annoy ada ibu-ibu nyeramahin saya, intinya diterima ajalah harus sholat di rumah aja, saya dulu pas anak saya masih kecil juga sholat di rumah terus dan bla bla bla. Oke, i've just silent, sambil nelentang. Jundi langsung saya angkut keluar berikut semua bawaan. Saya nunggu di tangga luar masjid hingga si ayah selesai dan membiarkan dia berekspresi.

Tahun kelima, Jundi belum bisa terkondisi, dan saya kondisi hamil kembar sekitar 5 bulan. Saya memang harus berdamai dengan keadaan. Pernah sekali aja ingin itikaf berangkat malam dan Jundi dititipkan eyang, namun ternyata tak terlaksana, si ayah tetap berangkat sendiri :( .

Tahun ini tahun keenam, dan yah, saya semakin harus berdamai dengan keadaan. Si kembar baru usia 8 bulan, namun alhamdulillah tahun ini mas Jundi sudah bisa 'cukup' kondusif diajak tarawih ayah, pun untuk jamaah sholat lain. Barangkali Allah memberikan pahala padaku lewat hisapan ASI, walau jujur saja aku iri, iri pada mereka yang bisa khatam berkali kali, iri pada mereka yang bisa ke masjid berlama-lama. Bagiku semua hanya ilusi, bahkan berjuang membaca alquran saja membuat lembar-lembar itu sobek oleh tangan mungil mereka, dan mendadak ganti mushaf T-T . Ramadhan tahun ini hampir sama dengan bulan-bulan biasanya, khatam 1 bulan sekali. Ingin bisa setidaknya khatam 2 kali, tapi sampai hari ini saja baru 20 juz yang terbaca :) . Aku harus berdamai dengan diriku sendiri.

Dan saat sahur tadi, tiba-tiba suami bilang,"Pengen sekali kali sahur di masjid sekalian, tadi sahurnya pakai kupon" oke cinta, berburulah pahalamu, dan aku dengan ladangku.

Ditulis malam 21-22 Ramadhan 1437 H
Alhamdulillah hingga hari ke 21 masih bisa puasa full sambil menyusui si kembar :)

Senin, 30 Mei 2016

Tips berpuasa ala Agie untuk bumil dan busui

Bismillah. Sekitar 1 pekan lagi sudah masuk ke bulan puasa, bulan Ramadhan, bulan perburuan pahala, ampunan, dan buanyak lagi. Entahlah, selalu ada getar itu, bagaimanakah puasaku tahun ini? Apalagi untuk ibu hamil atau menyusui, galau deh biasanya, hehehe.

Kali ini saya bagi tips ala ala saya ya buat bumil dan busui yang pengen tetap full puasa. Tips nya emang gak ilmiah, tapi setidaknya belajar dari pengalaman saya yang sudah sudah.

1. Puasa tahun 2012 waktu itu masih ngASI eksklusif, bayi masih umur 1,5 bulan (Jundi lahir tanggal 30 Rajab), alhamdulillah bisa full setengah bulan, karena setengah bulan awal masih nifas.
2. Puasa tahun 2013 masih ngASI tapi sudah gak full karena udah mpASI, alhamdulillah bisa full puasa
3. Puasa tahun 2015 hamil kembar usia sekitar 5 bulan, alhamdulillah full puasa (rekor gak bolong blas gegara haid atau yang lain).
4. Puasa tahun 2016 ini masih menyusui si kembar juga yang alhamdulillah sudah mpASI (usia 7 bulan), bismillah semoga bisa full puasanya :)

Sebenarnya gak ada tips khusus sih, tapi saya rangkum beberapa yang penting aja ya
1. Jaga asupan agar selalu bergizi dan sesuai kebutuhan, terutama waktu sahur, perbanyak buah dan sayur, karena keduanya bisa lebih awet menahan lapar.
2. Jaga asupan cairan agar air putih tetap bisa masuk minimal 8 gelas. Kalau saya suka saya bagi 2, sahur 4 gelas, malam 4 gelas. Tips untuk sahur agar tidak 'kelempoken banyu' minumnya dicicil, bangun tidur 1 gelas, menyiapkan sahur, minum lagi 1 gelas, sholat malam, sebelum makan setengah gelas, dan hingga menjelang shubuh 1,5 gelas.
3. Waktu sahur saya biasa minum susu setidaknya 1 gelas. Baca-baca kalo susu kurma lebih bagus lagi, terutama bikin tubuh tetep fit.
4. Makan tetap 3kali sehari, hanya saja waktunya yang dialihkan. Usahakan bada tarawih makan lagi, walau saya sendiri gak bisa konsisten untuk yang satu ini, hehehe.
5. Untuk busui bisa disiasati dengan memerah ASI di malam hari untuk diberikan di siang hari. Tapi jujur saja saya tidak praktek ini, karena lebih suka direct. Memang sih ASI bakal lebih kering dari biasanya tapi tetep cukup kok InsyaAllah.
6. Kurangi aktivitas tidak bermanfaat, perbanyak ibadah, tilawah, InsyaAllah makin kuat puasanya. Saya pun tetap melakukan aktivitas memasak dll sendiri.

Mungkin itu aja sih, gak ada yang khusus sih, yang utama ada di niat, kalo niatnya kuat InsyaAllah apapun bisa dilewati :) . Bismillah

Selamat berpuasa, marhaban ya Ramadhan, besok sudah tarawih, hayuk kita optimalkan ^_^.
Sudah buat target apa saja untuk bulan puasa?

Ditulis sekitar 5hari lalu dan baru rampung hari ini,hehe.
4 juni 2016

Rabu, 23 Maret 2016

Perselingkuhan

Sore tadi ada seorang wanita tegar mengetuk pintu rumahku. Awalnya sama sekali tidak kulihat gurat2 kesedihan di wajahnya. Namun ketika kisah itu meluncur begitu saja tetiba kulihat mata sebam semu merah yang samar dg tumpukan eye shadow di matanya.

Mbak...kamu begitu tegar, bahkan kau bercerita tanpa ada setetes pun air mata jatuh.

Suaminya berselingkuh...dan sang istri sedang mengusahakan agar suaminya dipecat dari pekerjaan, karena institusi tempat suaminya bekerja juga pasti tidak membenarkan perselingkuhan.

Ah entah, aku tidak bisa berkomentar apapun. Berumah tangga itu tak semudah membangun rumah dan tangga. Dan ketika aku memikirkannya, begitu pelik hal-hal dlm rumah tangga.

Tapi aku kembali ingat bahwa tujuan hidupku adalah ibadah kepada Allah, dan aku kembali ringan tanpa beban, everything will gone with the wind...

Allah Allah Allah, penggenggam hatiku, jagalah keluarga kami dari fitnah dunia ini...

7 maret 2016

Masih tentang perselingkuhan. (Semoga tidak terjadi pada keluargaku dan keluarga semua yang membaca tulisan ini)

Sebagai seorang istri, seorang wanita, menurut saya bisa banyak turut andil dalam memicu perselingkuhan dalam keluarga. Seorang istri adalah pakaian bagi suaminya, begitu pula sebaliknya. Bagaimana pasangan hidup sedikit banyak menunjukkan bagaimana kualitas diri sendiri.

Jika ada yang salah dg suami saya, saya kadang berusaha untuk mengoreksi diri sendiri, barangkali justru diri ini yang membuat dia seperti itu. Begitu juga jika sampai terjadi perselingkuhan, sudahkah seorang istri selalu menyenangkan ketika dilihat suami? Sudahkah seorang istri tidak pernah menolak ketika diajak berhubungan? Maaf jika tulisan ini sedikit vulgar. Namun jika direnungi lagi salah satu tujuan menikah adalah untuk menjaga izzah diri agar tidak terjerumus pada perzinaan yang termasuk dalam dosa besar. Lalu jika seorang suami sudah mendatangi pasangan halalnya untuk bercumbu lalu ditolak, maka salah siapa jika suami tsb mencari penyaluran di tempat lain? Bahkan ada hadits yang menyatakan malaikat akan melaknat istri tsb hingga shubuh.
“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)

Namun tetap ada kondisi dimana penolakan tsb adalah alasan syar'i seperti datang bulan.

Saya pernah berbincang dengan suami,"Yah,padahal istrinya cantik,tapi kok bisa selingkuh ya suaminya?". Jawab suami,"Emang cantik itu jaminan? Lha lek bendino dipetututi opo kate gak selingkuh?"

Tampilah selalu menyenangkan wahai istri...
“Sebaik-baik istri ialah yang menyenangkan jika engkau (suami) melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Ath-Thabrani)
Dan semua perilaku istri juga tak lepas dari andil suami sbg qawwam dalam keluarga.

Ah, namun nyatanya tidak semua kasus perselingkuhan karena musabab itu, banyak faktor lain, itu hanya salah satunya.

Semoga bisa merefresh kembali tujuan awal menikah sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan semua orang, perselingkuhan.

8 maret 2016

Sejujurnya saya kurang suka bahas ini,tp inilah realita dunia T_T

Sabtu, 19 Maret 2016

RESEP PUDING PUYO

Puding puyo vanilla+remahan biskuit coklat
Masih dari resepnya anyik dg sedikit penyesuaian versi saya
1 bks jeligar/nutrijel yg uk besar
1 kaleng SKM putih
1 sdm maizena
1 sdm gulpas (resep asli 150gr/sekitar 7,5 sdm)
1,5 L air (sama dg 4 takaran kaleng SKM)
Beberapa keping biskuit coklat
.
Resepnya mirip dg puding sutra yg sering saya buat,beda di penambahan maizena dan gulpas,dan lagi kl pudsut pakai agar2,bukan jelly...

Untuk versi coklat tinggal pake nutrijel coklat dan SKM coklat, dan remahan biskuit cuma opsi aja. Selamat mencoba.
Bundajundi,19 maret 2016

Selasa, 01 Maret 2016

KBM (Kenaikan Berat Minimal)

Buat busui yang memberi bayinya hanya ASI tentu pernah dong kepikiran,'ASIku cukup gak ya?'. Saya yang sekarang menyusui 2 bayi 1 bulan pertama juga sempat kepikiran seperti itu, apalagi banyak sekali penjenguk yang nanya,'Susunya pasti dibantu kan?' Hmm...entahlah, mungkin memang umumnya bayi kembar dibantu disusui sufor. Tapi alhamdulillah sampai my twins usia 4 bulan ini belum setetes pun sufor masuk ke perut mereka, hehe #lebay.

Salah satu indikator kecukupan ASI adalah berat badan bayi naik sesuai usianya (Indikator lain yang saya tahu dan ingat bayi buang air kecil min 6 kali sehari). Berapa gram minimal kenaikan bb berbeda tiap bulannya (ini ada di KMS a.k.a Kartu Menuju Sehat yang warna warni hijau kuning itu).

Untuk bayi berusia 1 bulan, bb minimal naik 800 gram, saya pun sempet baper karena qadarullah si kembar masing-masing hanya naik 500 gram saja, mana si kembar bblr lagi, hiks hiks. Tapi alhamdulillah bidan yang membantu proses persalinan si kembar dulu mensupport saya untuk rutin minum air rebusan kacang hijau agar ASI lebih berkualitas, dan lagi si ayah dan eyang selalu mendukung dengan ucapan yang kurang lebih isinya, 'Udah gak usah mikir timbangan, penting mereka sehat' dan semakin saya kadang curcol nyrempet masalah timbangan paksu tambah bilang, 'Udah gak usah ditimbang aja lain kali' huhu.

Si kembar saat usia 1minggu masing-masing turun 100 gram, 3 minggu bb naik 500gram, lalu di usia pas 1 bulan ternyata cuma naik 100gram, selang 2 pekan ke posyandu ternyata pancet, gimana gak baper coba? Tapi aku tetep bertekad sekuat baja untuk ngASI ekslusif si kembar, sari kacang hijau dirutinkan, gak sempat bikin beli yang kemasan, selalu nyetok buat cadangan, begitupun kurma jadi cemilan, dan satu lagi gak boleh telat minum dan makan.

Kalo hanya melihat dari BAK, tentu bisa dibilang ASIku sangat cukup, tapi kalo dari bb? Hmm...inget juga kata teman angka 500 gram di bulan pertama adalah minimal, di bawahnya bisa disebut gagal tumbuh, hiks.

Hingga sampai juga obrolanku dengan seorang teman dumay (kopdar baru 2 kali) yang dia punya anak kembar juga. Kalo kata dokter anaknya, sebaiknya menyusui kembar dilakukan dengan tandem, karena respon otak jika kedua PD dirangsang bersamaan otak akan berpikir bahwa ASI harus tersedia untuk 2 orang (pantesan pompa yang langsung kiri kanan bisa dapat banyak ya,hihi). Oke, ini yang selama ini sering saya hindari, karena jujur menggendong 2 bayi bersamaan untuk menyusu itu bukan hal mudah, karena sering bikin kedua tangan cekot-cekot dan gejala tidak bisa garuk upil, XD.
Jadilah semenjak itu saya mulai rajin tandem kalo pas nangis barengan, kadang dibantu suami kadang sendiri 💪🏻. Saya tidak lagi kepikiran dengan bb bayi saya, yang penting saya happy dan everything is okay. Hingga sampailah waktu posyandu bulan itu, usia mereka kala itu sekitar 2 bulan 10 hari, dan tara...Fasya naik 1,2 kg dan Fara naik 1 kg. Seneng? Ya pastilah, alhamdulillah, dan saya pikir justru inilah booster ASI saya yang bikin ASI saya makin jos, alhamdulillah masyaAllah.

Bulan berikutnya alhamdulillah Fasya naik 800 gram dan Fara 1,3 kg, hihi. Makin berat aja gendongannya, dan yang paling penting di atas KBM, hihi.

Mungkin yang baca tulisan saya ini bakal batin saya lebay ya, apalagi yang gak punya anak kembar, hehe :v . Tapi saya sampai sekarang selalu ingat kata seorang teman komunitas di Malang yang punya anak kembar juga, 'Hanya sesama mamak kembar yang tahu bagaimana rasanya punya anak kembar'.

Panjang juga ya celoteh saya, met malam.
29 februari 2016

Jumat, 26 Februari 2016

LDR Let Down Reflex a.k.a semburan ASI

Busui pasti pernah mengalami ini, yg saya tahu LDR itu adalah kondisi dimana ASI mengucur dengan derasnya dg rangsangan atau bahkan ada yang tanpa rangsangan apapun (isapan bayi atau pumping). Biasanya kondisi LDR tercapai apabila hormon oksitoksin lagi tinggi-tingginya (lagi bahagia or rileks maksimal :D ).

Pada saat menyusui atau pumping LDR rata2 terjadi 2-3menit setelah dirangsang, kalo saya menandai dengan nafas anak saya yg mulai memburu cepat dan suara tegukannya yg keras. Kalo waktu pumping ditandai dg g usah ngayuh udah netes2 sendiri (sy pake pompa manual).

Biasanya LDR jg bisa terjadi misal pas PD kanan disusu PD kiri tiba-tiba LDR sendiri tanpa dirangsang (itu gunanya breastpad :D ). Tapi ada juga kondisi tanpa rangsangan bisa netes2 sendiri, kalo saya seringnya pas kondisi penuh tp gak segera disusu atau pas lagi rileks, tau2 breastpad udah basah semua sampek k baju2. Pernah juga beberapa kali pas mandi tetiba kerasa anget netes2, yak ternyata LDR, mungkin pas sy lg rileks menikmati mandi kali ya (me time #katanya) hihihi.

Ada juga kiat2 agar LDR saat pumping dan sedang jauh dr anak (biasanya ibu2 pekerja), bisa dg melihat rekaman video si kecil, melihat fotonya, atau mencium baju si kecil yg baru dipakai.

Yah itulah LDR, so LDR g melulu ttg hubungan jarak jauh ya.
*lanturan pagi
26 februari 2016