Rabu, 10 Desember 2014

RESEP BOLKUS GULMER EGGLESS

Pagi ini alhamdulillah dibuat senyum sumringah melihat hasil bolkus resep yang baru sekali ini dicoba. Dapet resep dari hasil browsing trus klik di resep dapurmasak.com, karena gak perlu pake telur. Biar lebih hemat bahan, dan gak perlu pake mixer :).
Tadi saya buat 2/5 resep untuk 5 cup ukuran sedang. Berikut resepnya saya tulis ulang berikut modifikasi sesuai yang saya buat :

Bahan :
100gr terigu ( saya pakai segitiga)
100gr gula merah
100mL air (resep asli 80 mL)
Baking powder secukupnya (kurleb 1/2 sdt)
Minyak goreng secukupnya (resep asli 40 mL)

Cara membuat :
- Rebus air dan gula merah hingga cair sempurna, saring.
- Campur terigu dan baking powder dalam wadah lain.
- Tuang larutan gula ke dalam campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk agar tidak menggumpal.
- Masukkan minyak dan aduk merata.
- Tuang ke dalam cetakan lalu segera kukus di dalam dandang dengan air mendidih dengan uap banyak. Jangan lupa lapisi tutup dengan serbet bersih. Kukus 15-20 menit hingga matang. Uji dengan tes tusuk. Jangan dibuka selama proses mengukus agar bisa mengembang sempurna.

Selamat mencoba, semoga sukses, dan semoga bermanfaat :)

Bunda Jundi, 10 Desember 2014
09.56

Kamis, 04 Desember 2014

RESEP CHOCOLATE CUPCAKE EGGLESS

Resep kali ini sangat mudah cara pembuatannya, tidak butuh mixer dan tidak menggunakan telur. Sudah lumayan lama dapat resep ini dari mbak Syifa, tapi baru ahad lalu eksekusi. Pagi-pagi habis shubuh langsung utek-utek dapur bikin kudapan yang satu ini. Lumayan buat pengganjal lapar pagi, karena selain mudah pembuatannya juga cepat.
Seperti biasa, kali ini saya cuma membuat ½ resep, jadi 7 cup sedang. Berikut saya tulis kembali resep serta modifikasi dari saya :

Bahan :
- 80 gram tepung trigu
- 80 gram gula pasir
- 25 gram coklat bubuk (saya ganti jadi 20 gram, karena rasa coklat terlalu pekat)
- ½ sdt baking powder
- ½ sdt baking soda
- ½ sdt garam (saya ganti menjadi seujung saja, karena hasilnya jadi terlalu gurih)
- ½ sdt pasta coklat
- 150 ml susu UHT plain
- 50 ml minyak goreng (saya ganti menjadi 25 ml saja, karena terlalu berminyak)

Cara Membuat :
- Campur semua bahan kering dalam 1 wadah
- Tuang susu UHT sedikit demi sedikit sampai habis sambil diaduk agar tidak ada gumpalan
- Tambahkan minyak ke dalam adonan, aduk rata
- Didihkan kukusan. Masukkan adonan ke dalam cetakan, kukus kurang lebih 15-20 menit. Angkat jika uji tusuk sudah tidak lengket.

Kalau diestimasi, biaya pembuatan kue ini cukup murah. Mungkin cukup membengkak di coklat bubuk dan susu UHT saja. Untuk susu UHT bisa diganti dengan susu bubuk atau SKM yang dilarutkan ke dalam air matang. Tapi kembali lagi, susu UHT memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada susu bubuk, apalagi jika dibandingkan dengan SKM yang justru mengandung gula tinggi, bahkan lebih tinggi dari kandungan susunya.

Selamat mencoba, semoga berhasil ;)

Bunda Jundi, 3 Desember 2014
21.01
Nyicil nulis dari pagi tapi baru kelar malem :D
Mohon dimaafkan untuk yang sudah penasaran dengan resepnya baru sekarang bisa dishare

Selasa, 02 Desember 2014

RESEP BROWNIES RICE COOKER




BROWNIES RICE COOKER
Ini edisi saya nyicil hutang janji resep ya. Maaf buat yang udah diberi janji baru bisa eksekusi ngetik, hehe.
Jadi awalnya saya baca d timeline fb ada kue yang bisa dibuat dengan rice cooker, sayanya jadi penasaran banget kepengen tahu bagaimana. Jadilah saya googling. Setelah googling ternyata nemu blog yang nulis tentang kendala-kendala ketika menggunakan rice cooker untuk selain memasak nasi. Yang perlu digarisbawahi tidak semua rice cooker bisa digunakan. Karena itu gantian saya googling tentang jenis rice cooker yang saya punya. Dan alhamdulillah ternyata bisa. :D
Setelah tahu bisa, gantian browsing resep yang pas. Dan saya memang sengaja carinya resep brownies rice cooker karena mas Jundi suka yang berbau coklat. Dan setelah banyak pilah pilih jatuh pilihan saya ke resep ini karena cukup simple

Kamis, 20 November 2014

Tentang 'Ayah'


Ayah, barangkali kata itu sempat menjadi kata yang asing bagiku. Sejak aku bisa berbicara, atau barangkali jauh sebelum aku bisa bicara, tidak ada seorang laki-laki yang patut kupanggil ayah. Tentang sosoknya pun aku tidak tahu. Aku hanya mengenalnya melalui foto dan cerita orang.
Ayahku meninggal saat aku masih merangkak. Lever. Hampir tidak ada kenangan yang aku ingat bersamanya. Hanya samar-samar kuingat diriku yang merangkak di atas peti matinya. Entah, masih tergambar jelas saat itu aku merangkak menaiki peti matinya, dan rumahku begitu ramai dikerumuni orang. Semua orang tersedu, bukan menangisi kematian ayahku, tapi mengasihaniku. Barangkali mereka iba melihat bayi yang masih 11 bulan, ditinggal mati ayahnya. Ah, selain itu tak ada lagi memory yang masih terekam di otakku tentangnya.
Mungkin Allah mengijinkanku mengingatnya karena hari itu menjadi hari penting, untukku yang resmi menjadi anak yatim, dan untuk ibuku yang resmi menjadi janda muda yang cantik. Ayahku meninggal saat usia Ibuku masih 25 tahun. Masih ranum-ranumnya. Tak heran, banyak lelaki yang jatuh hati.

Rabu, 12 November 2014

RESEP PUDING BROWNIES ala AGIE

Seperti biasa, kali ini juga hasil iseng-iseng browsing lalu eksekusi dengan sedikit modifikasi menyesuaikan bahan yang tersedia :D.

Awalnya iseng-iseng cari resep eh malah nemu ada puding brownies, jadi pengen nyoba deh...

Saya disini cuma pakai setengah resep.
Bahan-bahan
Roti tawar 3 lembar
Susu cair 0,5 liter
Agar-agar bubuk 14 gram (2 bungkus)
Gula pasir 100 gram
Coklat bubuk 25 gram
Dark Cooking Chocolate 50 gram (saya pakai coklat siap makan karena belum sempat belanja bahan)
Kuning telur 0,5 butir (1 butir diambil separo)
Garam1/4 sendok teh

Cara membuat
1
Blender halus dan rata: roti, susu, agar-agar bubuk, garam, gula, coklat bubuk, dan coklat yang sudah dilelehkan
2
Rebus diatas api kecil hingga mendidih, jangan lupa diaduk
3
Ambil sedikit adonan, masukkan kuning telur, aduk rata. Tuang larutan kuning telur ke dalam adonan, aduk dan masak hingga mendidih
4
Masukkan adonan ke dalam cetakan, bekukan minimal 2 jam hingga puding padat. Taruh dalam lemari es. Sajikan dingin.

Mudah dan simpel kan? Di beberapa resep puding diberi topping kacang yg dicampur di dalam adonan sebelum dicetak dan ditabur di atasnya. Tapi berhubung mas Jundi tidak suka, saya tidak menggunakan. Barangkali bisa dikreasi sendiri untuk 1 itu.

Untuk penyajian memang lebih nikmat disajikan dingin, teksturnya padat seperti brownies (kue gagal a.k.a bantet) tapi juga lembut dan empuk. Kalau bisa buat fla lebih enak juga disanding dengan fla,hehehe.

Selamat mencoba ;)

Bunda Jundi, 12 November 2014
*telah dieksekusi kemarin :D
Alhamdulillah Jundi suka :)

Minggu, 02 November 2014

RESEP POFFERTJES

Poffertjes, namanya memang terdengar keren, bahasa Belanda. Poffer artinya pancake, tje artinya mini/kecil. Jadi poffertjes adalah pancake yang berukuran mini. Dari browsing-browsing sih taunya kue ini kue tradisional khas Belanda.
Awalnya gak pernah tau dengan poffertjes,baik bentuk, cara membuat, dan yang lain. Tapi, gegara tiba-tiba melihat ada cetakan unyu-unyu mungil punya Ibu (yang dulu buat nyetak telur mini) langsung deh capcus browsing nih resep dan langsung eksekusi.
Contoh gambar cetakan poffertjes, 

Bahan-bahan :
200 gr tepung terigu
1 sdt ragi instan
25 gr gula pasir
1/4 sdt garam
2 butir telur
300 ml susu
30 gr margarin

Cara membuat :
1. Campur terigu, ragi, gula,garam di wadah. Di tempat lain kocok susu dan telur hingga tercampur merata.
2. Campur semua bahan tersebut dan diaduk hingga merata. Diamkan sekitar 20 menit agar mengembang.
3. Masukkan margarin yang telah dilelehkan ke dalam adonan.
4. Cetak menggunakan cetakan di atas api kecil.
Tingkat kesulitan yang perlu diperhatikan dalam membuat poffertjes ini adalah cara mencetak. Dari yang sudah saya baca ada 2 cara mencetak poffertjes.
a. Cara pertama, tuang adonan di semua lubang hingga penuh, kemudian ketika sudah berkulit tapi adonan masih cair adonan dibalik sehingga membentuk bola. Lalu tinggal menunggu matang.
b. Cara kedua, tuang adonan di setengah jumlah lubang cetakan, hingga hampir matang baru tuang lagi di lubang-lubang yang masih kosong. Kemudian, bagian yang sudah matang ditaruh di atas bagian yang masih belum matang,sehingga membentuk bola.
Kalau saya kemarin memakai cara yang pertama,tapi hasilnya memang lebih tipis ketimbang cara kedua (kemarin juga coba nyetak dengan cara kedua tapi cuma sekali cetak). Tergantung selera saja :).
Poffertjes ini bisa dibuat dengan memakai isian atau tidak tapi memang rasanya yang tidak terlalu manis sehingga membutuhkan toping sebagai teman. Kebanyakan pake gula halus pas menyajikannya, tapi semua kembali ke selera :).
Semoga yang mau mencoba sukses ya :)

Bunda Jundi, 2 November 2014
Baru sempet menuliskan padahal eksekusi sudah beberapa hari yang lalu :D